Cherumu.com

Cerpen : Untuk Kamu Yang Selalu Aku Bicarakan Dihadapan Tuhanku

12 Jan 2017 - 07:57 WIB
fiksi, cerpen /   Maschun Sofwan 0 Comments

Aku Menjadi orang beda, Mungkin sangat karena bukan saja orang diseklilingku yang merasakan hal itu, Aku sendiri sangat terpukul denganku saat itu dimana aku harus merelakan seseorang yang telah mengisi hatiku penuh tanpa celah didalamnya harus pergi bersama seseorang yang telah membuatnya bahagia saat ini. Tak Mudah bagiku untuk melewati masa itu, bahkan sebelum aku serahkan segalanya kepada tuhanku, Disini aku sangat terpurukoleh waktu bahkan keadaan ikut rumit karena perasaan diri yang tak karuan harus bagaimana dan kemana.

Hingga hati ini luka begitu dalam, Aku juga harus berjuang keras untuk bisa keluar dari keadaan yang menekanku yaitu menyelesaikan skripsi kuliahku hingga menjadi seorang sarjana yang kini, Alhamdulillah telah aku raih. Namun dibalik itu semua aku tak mampu juga aku redamkan juga betapa aku memang sedang sakit untuk merasakan hal yang begitu tak adil buatku.

Kenapa tidak, Hingga aku berjanji kepadanya ketika aku wisuda nanti aku kana tepati janji itu untuk segera menjadikan dia seseorang yang halal bagiku dan aku berusaha untuk bisa membuatnya bahagia. Namun berita itu tak aku ingin datang menghampiriku dalam keadaan yang kurang baik untuk aku terima saat itu dimana aku dalam tahap proses penyusunan skripsi untuk sarjanaku. Namun apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku katakan ketika dia yang tak sebentar aku pegang janji setia kepadanya disini jauh darinya tak mampu menanggung rindu hingga dia menyudahi semua tanpa alasan yang kuat. Dia pergi bersama orang yang tak aku pikir dialah adalah jodohnya.

Sedih, ngga sich, Hanya saja air mata ini tak mampu aku bending mengalir deras dipipiku. Entak aku ini cowok yang cenggeng atau tidak yang jelas hari itu ketika mendapatkan kabar seperti itu rasanya aku berubah menjado cowok yang bisa menanggis juga sepertinya. Hingga semua berlalu dan kini semua telah aku lewati. Telah 1 tahun lebih itu semua berangsur membaik dan aku memang merasakan sesuatu yang beda terjadi dalam diriku, dimana aku yang dulu yang sering tersenyum, perlahan aku menjadi orang yang pelit senyum dan aku yang dulu sangat sering bergurau dan tertawa lepas namun saat ini lebih banyak diam tanpa bahasa bahkan sulit sekali aku untuk mengembalikan itu semua.

Tapi aku tak bisa seperti itu terus karena hidup harus tetap aku jalani dan aku harus kembalikan seperti dulu dimana aku yang tak pernah menyerah dengan apa yang terjadi dalam hidupku hingga aku menemukan seseorang yang mampu membuatku tersenyum lagi. Sepertinya itu telah terjadi saat ini karena diakhir tulisan ini aku tak akan menulis sesuatu yang sedih lagi karena aku ingin menulis tentang seseorang yang selalu aku bicarakan dengan tuhanku, entah itu ketika aku berdoa kepadaNYA, ketika aku bangun pagi dan mau tidur, Namamu selalu aku sebut dalam bait indah doa dan sapaanku. Aku memang tak berharap lebih dari apa yang diberikan tuhanku kepadaku nanti, Namun jika aku ingin memilih, Aku ingin dia yang saat ini sedang tersenyum kepadaku, dialah yang ingin selalu ada dalam hidupku hingga nanti.

Jikapun bukan dia, aku tak menanggis lagi karena aku tau setelah hari ini aku akan bahagia, bahagia dengan pilihan tuhanku yang aku yakin itulah yang terbaik untukku. Untukmu yang selalu aku bicarakan dihadapan tuhanku, semoga saja kau mampu merasakan apa yang sedang aku rasakan saat ini. Aku merindukanmu dan mencintaimu karenaNYA dan aku berharap kau merasakan hal yang sama dan ketika waktu itu datang nanti kau dan aku mampu membuka lembaran bahagia atas ridho sang pencipta dalam senyumnya aku menjadikanmu halal bagiku, Amin.


TAGS   fiksi /


Hot Posting

Hot Comment