Cherumu.com

Stop Kekerasan!, Apakah Pendidikan Itu Harus Dihargai Dengan Nyawa?

26 Jan 2017 - 15:07 WIB
Peristiwa /   Maschun Sofwan 0 Comments

Haruskah seperti ini, dimana pendidikan di indonesia bukan saja soal mahalnya biaya pendidikan yang begitu menguras hati dan pikiran orang tua dan anak. Dengan begitu mahalnya bukan saja menguras uang namun juga menguras air mata bagi orang tua dimana tingkat keamanan dalam dunia pendidikan semakin tidak menentu dimana untuk sekian kalinya dimana siswa harus membayar pendidikan mereka dengan nyawa. Lihat kejadian yang sedang pilu diberitakan dimana kekerasan yang terjadi disekolah harus mereka rasakan, padahal mereka ingin menuntut ilmu bukan untuk untuk menjadi korban dari tempat mereka menuntut ilmu tersebut. Akankah seperti ini dan tidak adakah tindak lanjut dari pihak terkati sehingga kejadian ini tidak terulang lagi dalam dunia pendidikan kita.

Pada Akhir tahun kemaren dimana Peristiwa tragis terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Cilingsing, Jakarta Utara. Seorang taruna atas nama Amirullah Adityas Putra (19) tewas diduga setelah mendapatkan penganiayaan dari seniornya dan ini merupakan cerita kelam para siswa untuk sekian kalinya terjadi. Dan Juga peristiwa tragis yang dialami oleh Tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) yang tewas usai mengikuti pendidikan dan latihan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala). Para siswa tersebut diduga mengalami tindak kekerasan sebelum kematiannya. Ketiganya diduga keletihan akibat kegiatan yang diikutinya dan kemudian meninggal usai pendidikan. masing-masing mahasiswa itu yakni, Muhammad Fadli (19), Syait Asyam (19) dan Ilham Nurfadmi Listia Adi (20).

Ketiganya diduga keletihan akibat kegiatan yang diikutinya dan kemudian meninggal usai pendidikan. Melihat keadaan seperti ini, sepertinya pendidikan di negeri ini bukan saja mahal soal biayanya, namun terlebih mahal dari itu, mereka kadang harus membayar dengan jiwa dan raga mereka. Jika sudah seperti ini, tak ada yang mau disalahkan dan persalahkan dan mereka saling memberi intruksi agar tidak terjadi dikemudian hari lagi, namun pada kenyataanya kini duka itu menyelimuti ruang hati mereka yang begitu kehilangan anaknya. Semoga saja stop kekerasan disekolah dapat berjalan sebagaimana mestinya dan semoga para siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman tanpa harus membayar dengan nyawa dan untuk mereka yang pergi, semoga mendapatkan tempat yang indah disisi tuhan yang maha esa, amin.


TAGS   peristiwa /


Comment

Hot Posting

Hot Comment