Cherumu.com

Diri Sendiri Itu, Musuh Terberat Bisa Saja Menjatuhkanmu

7 Feb 2017 - 08:32 WIB
LIFESTYLE /   Maschun Sofwan 0 Comments

Mungkin kau bisa meredam segala yang terjadi dalam dunia ini dengan bakat dan kepintaran yang kau miliki. Mungkin juga kau bisa mengubah situasi yang sulit menjadi mereda karena kebijakanmu dan mungkin juga kau bisa menjadi bagian dari perdamaian itu dengan solusi yang kau berikan. Kau pintar berbakat, kau begitu cerdik dipenuhi ide kreatif yang mampu menciptakan sesuatu menjadi bermanfaat baik itu secara pribadi hingga orang lain. Lihat saja dirimu, kau mampu meraih prestasi yang cemerlang, kau mampu menembus cita-cita yang kau impikan itu. Kau mampu menjadi seorang pemimpin untuk negerimu. Namun dibalik itu semua, dimana kau begitu dibanggakan, dipuji bahkan disanjung hingga membuatmu lupa diri bahkan tak tau diri hingga apa yang merkea sebutkan itu ada pada dirimu menjadi musuh dalam dirimu hingga kau terjatuh dalam lubang kebencian mereka karena ulahmu yang tak lagi menjadi panutan bagi mereka.

Lhat saja dirimu, tak sebanding dengan kepintaran yang kau miliki, jiwa kepemimpinan yang kau miliki seakan terhapus dengan celotehmu yang mengundang Tanya dihati mereka yang menganggapmu bagian dari kekacauan itu. Padahal sebelumnya mereka begitu segan dan menghormati dirimu yang begitu bijaksana dalam bersikap, yang begitu wibawa dalam bertingkah laku, namun karena hanya ambisi haus kekuasaan hingga membuat dirimu tak tahan dengan gunjingan itu, kau melupakan itu semua hingga kau tak lagi menjadi diri yang baik namun kau telah menjadi sosk seseorang yang jauh dari kata bisa mengatasi diri padahal kau bisa mengatasi situasi lingkungan hidupmu.

Kenapa kau mampu mengalahkan segala musuhmu, melawan segala hal yang datang kepadamu, namun kau tak bisa berkutik ketika diri dan hatimu berontak untuk berkata kasar, berulah seakan kau bukan orang pintar, berkata tidak semestinya kau ucapkan hingga lisan itu tak mampu juga meredam amarahmu, dalam diam kau berkarya dalam sebuah tulisan yang menyindir itu salah dan itu tak baik lalu bergumam jika dirimulah yang baik dan benar yang patut menjadi contoh bagi kami yang tak hafal apa tujuanmu itu. Kenapa harus seperti ini, kenapa kita begitu sulit untuk menata menjadi diri menjadi seorang yang mampu berkata jika memang aku yang salah, aku yang mulai atau aku yang membuat kondisi ini menjadi sulit.

Cobalah untuk berkaca, melihat diri sendiri dari segala sisi jika kita telah menjadi manusia yang beda, manusia yang begitu rajin mengumbar kritikan padahal kita seharusnya menyadari dengan bijak, tak perlu saling menyerang hingga saling serang. Semua akan jauh lebih baik jika kita saling menghormati, saling mendukung dan saling memberi solusi bukan mencari penyebab situasi menjadi begini dan begitu. Kita hanya perlu sadar diri, tak perlu menggunakan segala gundah resahmu hanya untuk membuat situasi menjadi sulit karena kita tahu keadaan sudah sulit. Please, jangan dibuat sulit lagi.

Jika pemimpinnya saja tak berjiwa seorang pemimpin, bagaimana dengan kita yang hanya diam menyaksikan mereka saling menyerang satu sama lain, bagaimana negeri ini bisa terurus sementara mereka hanya sibuk mengurusi kepentingan mereka dan golongan sendiri. Sudahlah, tak perlu saling salah menyalahkan dan saling menjatuhkan satu sama lain. Kita punya tujuan yang sama ingin memberikan yang terbaik untuk negeri ini, namun jika keadaan terus memanas seperti ini, sepertinya tujuan itu hanya akan menjadi mimpi saja. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.


TAGS   lifestyle /


Comment

Hot Posting

Hot Comment