Cherumu.com

Tak Jodoh Maka Tak Jadi

17 Feb 2017 - 08:45 WIB
Umum /   Maschun Sofwan 0 Comments

Empat misteri dalam kehidupan didunia yang tak akan pernah bisa dan mampu manusia itu menebaknya apalagi mencoba memprediksikannya kapan itu akan datang dan kapan itu akan terjadi. Empat Misteri kehidupan yang sampai saat ini selalu menjadi pertanyaan yang tersimpan dalam erat rahasia dibalik rahasia sang kuasa tersebut adalah Hari kiamat, Kematian, Rejeki dan jodoh. Dari empat misteri ilahi tersebut yang sangat sering dibicarakan orang diatas dunia adalah jodoh dan rejeki sementara hari kiamat dan kematian sangat jarang dibicarakan karena katanya serem banget. Namun dalam tulisan ini, penulis akan membahas tentang jodoh saja dan mungkin pada kesempatan lain akan memahas satu persatu-satu tentang rejeki, kematian dan hari kiamat. Kenapa lebih memilih tentang jodoh karena sepertinya lebih asyik untuk dibicarakan karena sampai saat ini, karena masalah jodoh sangat paham dan memahami jika selalu menjadi tranding topic seseorang yang telah menginjak dunia dewasa.

www.pixels.com

Sampai detik ini, diluar sana begitu banyak mereka yang bicara tentang jodoh saya siapa dan harus bagaimana saya menjumpainya. Ada yang duduk diam dalam harap yang tak pernah pudar. Ada yang selalu berdoa disetiap sujudnya agar segera dipertemukan dengan jodohnya dan ada pula yang santai saja dalam usaha yang tak menampakan diri dalam mengejarnya. Tentunya setiap orang memiliki cara masing-masing untuk menanti dan menunggu jodoh itu datang tepat pada waktunya. Ada pula yang tak sabar lalu meminta kepada orang tua untuk dicarikan jodoh alias dijodohkan saja biar cepat. Atau ada juga yang tak mau pusing mikirin jodoh hingga kadang terlanjur lama membujang lalu umur tak muda lagi hingga kepala pusing lalu pergi ke dukun, dukun tak mempan lalu gantung diri. Capek dech!. Ada pula yang cuek saja dan tak terusik dengan pertanyaan, kapan menikah?.

Dia selalu menjalani waktunya dengan berbagai hal yang bermanfaat. Orang seperti ini tentunya sangat memahami jika hidup itu bukan soal tentang jodoh saja kapan akan datang, bukan saja siapa jodohnya namun dia hanya ingin mendapatkan jodoh orang yang tepat dan pada waktunya tepat, bukan terpaksa, bukan dipaksakan bukan pula karena nafsu namun karena bahagia dunia bahkan hingga akhirat ia bertanggungjawab. Pacaran bukan berarti kita jodoh dan tidak pacaran bukan berarti kau tak mengenal siapapun. Namun jika pacaran hanya akan mengantarkanmu dalam jurang dosa yang mengagalkanmu mendapatkan jodoh yang baik kau inginkan, maka kau boleh tidak pacaran karena dalam dunia ini tak ada undang-undang tentang larangan tidak boleh jomblo.

Dan pula, jika pacaran bisa kau jadikan untuk belajar menahan diri, bersabar dan bersikap baik kepada seorang wanita dengan menjaganya dengan baik, maka pacaran juga tak ada undang-undangnya yang melarang tak boleh pacaran dalam dunia ini. Namun perlu kau sadari juga, Jika apapun yang kau lakukan untuk mendapatkan sesuatu yang baik, maka kau harus berlaku baik pula, kau harus berusaha dengan baik pula. Jika inginkan seseorang yang baik hadir menjelma dalam hidupmu seperti apa yang kau impikan dan kau inginkan, maka dari dirimu kau harus adil bersikap lebih baik dari seseorang yang kau impikan tersebut.

Percaya atau tidak, jika janji sang kuasa itu tak pernah meleset. Janji ilahi itu pasti bukan seperti janji pejabat yang sering ingkar janji. Jika saat ini kau merasa terluka karena seseorang telah meninggalkanmu, padahal kau begitu ingin dia selalu ada dalam hidupmu hingga nanti, namun tanpa kau sadari, saat ini dia telah pergi. Atau seseorang yang kau kagumi saat ini hingga kau menanam rasa begitu berat dalam rindu yang tak pernah hilang disetiap helaan nafasmu menginginkanya ada dalam hidup nyatamu. Pada suatu ketika semua berubah, semua akan berlabuh dan semua akan menentukan siapa yang berhak ada dalam hidupnya.

Jika semua itu kau rasa, jika luka itu datang menghabisi waktu siang bahkan malammu hingga kadang air mata tak mampu kau tahan menetes mengaliri celah pipimu, maka bersabarlah karena tuhan sedang mengujimu untuk dapat bertahan, bertahan dalam bahagia yang tak akan pernah hilang nanti ketika si dia yang datang mengobati segala lara dalam hatimu. Luka hari ini hanya bagian dari bahagiamu, maka jangan benci luka dan siapa yang meninggalkan luka itu, tapi pikirkan bagaimana caranya luka itu bisa menjadikan dirimu menjadi lebih dewasa untuk bersikap dan menyadari jika tidak mau terluka maka jangan pernah melukai orang lain. Tak jodoh bukan karena kau tak boleh jatuh cinta.

Tak jodoh bukan karena kau tak boleh meninggalkan, tak jodoh bukan berarti kita harus pergi, tak jodoh bukan berarti kita harus saling membenci, namun tak jodoh karena memang pada kenyataanya memang tak bisa bersatu namun paling tidak kita pernah bercerita panjang untuk belajar membangun bagaimana caranya hidup bersama dalam duka dan suka. Tak perlu memaksa diri menjadi jadi karena bisa jadi itu akan menjadi petaka dalam hidupmu karena kita sangat memahami jika jodoh itu untuk mereka yang telah mampu membangun masa depan dan melupakan masa lalu. Jika belum siap jangan pernah kau memaksa untuk mencari jodoh. Apakah itu akan berhasil, bisa saja berhasil, namun kadang itu hanya jebakan dan berpisah pada akhirnya itu tak enak rasanya.

Kita sangat memahami pastinya, pernikahan bukan perjalanan yang mudah untuk ditempuh, lihat saja saat ini begitu banyak mereka yang terhanyut dalam pernikahan sesaat bermodalkan rasa yang mereka rasa indah saat ini. Kadang mereka rela menggadaikan petunjuk, keluarga bahkan agama agar bisa bersatu, namun cepat atau lambat itu tak akan menjadikan mereka pernikahan yang langgeng, yang ada akan mengantarkan pada jenjang perpisahan. Pernikahan yang ada dalam otak mereka hanya nafsu sesaat saja, mereka tidak mengerti apa arti dari pernikahan itu sendiri. Lalu siapa yang akan menjadi korban jika pernikahan itu berlandaskan nafsu saja, ya banyak, mulai dari waktu, anak-anak, keluarga dan masa depan semua yang tentunya akan menjadi berantakan semuanya.

Banyak Hal yang kadang orang lupa ketika cinta itu tumbuh dalam diri mereka hingga kadang tak lagi merasa jika cinta itu jebakan saja bukan sebuah kebahagian yang sesungguhnya. Apalagi perbedaan itu terlalu jauh untuk dapat ditempuh, namun yang bicarakan jika itu akan baik-baik saja, namun pada kenyataanya itu tak akan menjadi baik. Lihat saja mereka yang kadang memaksa diri jika dirinya yang saat ini ada dalam waktu mereka adalah jodohnya. Walaupun berbeda keyakinan, keluarga menantang bahkan tak banyak juga yang menasehatimu itu tak baik untuk masa depanmu karena sola keyakinan itu sensitive, namun pada kenyataannya banyak yang terus melaju dan menantang itu untuk ada.

Hingga pada saatnya tiba, mereka dihadapkan pada persoalan yang rumit hingga pada akhirnya pernikahan hanya bertahan dalam cinta yang begitu cepat luntur hanya karena pertentangan ini dan itu yang sejalan lagi seperti apa yang dijanjikan sebelumnya. Jadi, sebelum itu terlambat dan terjadi dalam hidupmu. Nantikan saja waktu yang akan menjawab semua keluh kesahmu tentang jodoh yang kau harapkan. Dia yang halal bagimu, dia yang sejalan denganmu, dia yang cocok denganmu dan yang jelas dia yang satu keyakinan denganmu. Tak perlu berkecil hati dan jadi malas-malasan lalu galau berdiam diri karena teman-teman, tetangga semua sudah pada pada menikah. Tak perlu kau merasa terhina hanya karena kau belum juga menemukan jodohmu, tak perlu merasa tak tampan dan tak cantik hanya karena jodohmu belum datang dalam hidupmu.

Percayalah, semua akan terjawab jika kau selalu bersabar dan percaya jika suatu hari kelak dia yang kau tunggu akan datang menghapus semua yang kau rasa saat ini. Jadi tersenyumlah untuk dia yang saat ini sedang berupaya menemukanmu dan begitu juga dengan dirimu berupaya menjaga hati dan diri untuk dia yang selalu dijaga oleh sang pemilikNYA. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.


TAGS   cerpen /


Comment

Hot Posting

Hot Comment