Cherumu.com

Tawuran Antar Pelajar, Sebuah Peristiwa Atau Budaya?

4 Apr 2017 - 10:23 WIB
OPINI /   Maschun Sofwan 0 Comments

Jika anda membaca informasi berita dan TV, setidaknya setiap bulan bahkan setiap minggu berita tentang tawuran selalu saja menghiasi tanah air ini. Karena terlalu sering, masyarakat menganggap bahwa tawuran biasa terjadi. Padahal peristiwa ini sangatlah menakutkan dan meresahkan. Salah satu kasus tawuran yang paling mengerikan di tahun 2017 ini adalah tawuran Valentine berdarah yang terjadi pada tanggal 14 Februari 2017 lalu di Jakarta Timur. Tawuran ini telah menewaskan seorang pelajar yang terluka kena celurit dan juga tawuran yang terjadi di Manggarai yang menewaskan tiga orang anak muda karena terkena senjata tajam pula.

Menurut data yang dirilis oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia dari tahun 2011-2016, ada total sebanyak 2496 anak yang menjadi korban kekerasan dalam pendidikan. Salah satu di dalamnya adalah tawuran pelajar. Sebenarnya perkelahian antar pelajar ini sudah terjadi di Jakarta sejak tahun 1992 dan terus berlanjut ke tahun-tahun sesudahnya. Ini sudah menjadi budaya dan ritual bagi para pelajar ini supaya bisa diterima oleh lingkungan pergaulannya. Dalam sebuah film dokumenter, seorang pelaku tawuran mengaku bahwa ia ikut tawuran mematikan ini karena terpacu adrenalin dan untuk pengalaman. Pemerintah Indonesia harus lebih memperhatikan masalah tawuran yang terjadi di Indonesia.

Karena budaya tawuran ini perlu dihilangkan dari dunia pendidikan di Indonesia. Peran orang tua. Lingkungan dan pemerintahlah yang menjadi pusat perhatian yang dapat meredam dan menghilangkan budaya buruk yang terus ada dalam pendidikan di indonesia. Kekerasan bukan saja terjadi dalam tawuran namun di dalam pendidikan indonesia juga sering terjadi seakan mengajarkan budaya buruk kepada pola pikir anak akan kekerasan sehingga mereka meneruskan di luar sekolah. Lihat saja kejadian demi kejadian yang terjadi dalam lingkungan sekolah, dimana ada nyawa yang melayang karena kekerasan baik itu dilakukan pelh para senior maupun pihak sekaloah sehingga pendidikan di indonesia tidak lagi sehat dan mencerminkan dunia pendidikan yang baik untuk generasi bangsa. Semoga saja hal ini tidak lagi berlanjut dan terjadi agar pendidikan indonesia lebih baik lagi dalam penerapannya.


TAGS   peristiwa /