CHERUMU.COM

Kebiasaan Ayah Mempengaruhi Karakter Dan Masa Depan Anak

4 May 2017 - 08:22 WIB
OPINI /   Maschun Sofwan 0 Comments

Peran seorang Ayah dalam keluarga bukan saja bertanggungjawab sebagai kepala keluarga, mencari nafkah dan melindungi keluarganya, namun peran seorang Ayah dalam keluarga sangat mempengaruhi masa depan dari seorang anak dari keluarga tersebut. Pengaruh dari seorang Ayah sangat dominan daripada seorang Ibu dalam keluarga dan itu Nampak jelas dari beberapa kebiasaan yang dilakukan Ibu dan Ayah, Si Anak lebih condong melakukan sesuatu dalam waktunya dengan mengikuti kebiasaan yang dilakukan seorang Ayah.

www.pexels.com

Jika kebiasaan seorang Ayah dalam kesehariannya melakukan hal yang buruk, maka akan berefek fatal kepada perkembangan seorang Anak, karena sudah pasti si anak secara tidak langsung akan mengikuti apa yang dilakukan seorang ayah dalam keluarga tersebut sehingga apapun yang terjadi nanti kepada anak anda dimasa akan mendatang, maka jangan salahkah mereka, jangan salahkan mereka karena sikap dan perangai mereka seperti itu. Jangan sepelekan kebiasaan apa yang sering anda lakukan di hadapan anak anda karena sangat berpegaruh besar dalam perkembangan dan kesuksesan hidup untuk masa depannya.

Jika anda selalu bersikap arogan dan main tangan, maka karakter anak anda akan terbentuk dengan kekerasaan yang membaut dia akan menjadi manusia yang kasar dan tak mengenal sopan santun. Jika anda selalu berbohong, maka sifat anak anda akan sulit untuk menjadi manusia yang jujur dan sesuatu yang kau tanamkan akan menuai hasil nanti, apapun itu karena sesuai dengan pepatah mengatakan jika buah tak akan jauh jatuhnya dari batang pohonnya dan begitu juga si Ayah dan si anak sudah pasti akan mempengaruhi satu sama lain.

Bukan karena si Ayah harus ektra mengawasi si anak siang dan malam dalam kesehariannya, bukan, namun apapun yang tertanam dalam diri seorang Ayah daam keluarganya, biasanya sangat mempengaruhi masa depan si anak dan salah satu contoh yang signifikan adalah ketika si anak malas sekolah. Bukan karena Ayah tak mampu membiayai sekolah si anak tersebut, namun karena rendahnya pendidikan seorang Ayah, maka semangat yang tersimpan dalam diri si anak sangat kurang karena si anak selalu beranggapan jika tak sekolah juga taka pa yang jelas masih bisa hidup.

Nah, Tak mau bukan si anak akan hancur masa depannya hanya karena si Ayah yang kurang perhatian dengan kebiasaan buruk yang dilakukan setiap hari, maka dari sekarang jadilah seorang yang baik dan berguna untuk keluarga dan masa depan buah hati anda hingga menggapai masa depan yang cerah dan lebih baik dari anda saat ini. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.


TAGS   OPINI /


Hot Posting

Hot Comment