CHERUMU.COM

Katanya Bulan Ramadhan, Puasa Kok Jadi Beban

7 Jun 2017 - 08:26 WIB
OPINI /   Maschun Sofwan 0 Comments

“Katanya Bulan Ramadhan, Tapi kenapa kau masih suka jajan.

Katanya sedang puasa, Tapi kenapa nafsumu masih berkuasa.

Katanya bulan Suci, Tapi kenapa masih mencuri.

Katanya bulan berkah, Tapi kenapa tak sedekah.

Katanya bulan silaturahmi, Tapi kenapa kebencian sulit kau basmi.

Katanya bulan lailatul qodar, Tapi kenapa mengaji kau selalu bubar.

Dan, katanya bulan penuh pahala, Tapi kenapa ke masjid selalu terkendala”

Tepatnya pada hari ini bulan suci Ramadhan Telah memasuki hari yang ke-13, Berarti kita telah menjalani puasa seminggu 3 Hari. Memasuki minggu kedua ini tentunya tak dapat dipungkiri jika sudah banyak dari mereka yang sudah bolong puasa alias tidak melaksanakan puasa lagi dengan alasanya yang tak jelas. Apalagi di daerah Jakarta ini diluar sana sudah banyak terlihat mereka yang mengatakan jika bulan Ramadhan itu bulan penuh dengan berkah dan pahala, Namun mereka dengan segaja minum makan tanpa ada rasa malu di depan umum.

Belum lagi yang lain, dimana masjid semakin berkurang sobnya dan semakin berkurang mereka yang membaca Al-qur’an, Bukan karena mereka tak punya waktu, Namun mereka dengan segaja meninggalkan bekal pahala yang berlipat ganda yang dijanjikan oleh Allah SWT bagi mereka yang berpuasa dan menunaikan ibadah dalam bulan suci Ramadhan ini. Katanya Bulan Ramadhan ini kita harus banyak ibadah, Namun entah kenapa hanya awalnya saja, hanya bicara saja, Namun setelah dua hari memasuki bulan Ramadhan, Mereka telah berkelh kesah seperti panaslah atau sakit ini dan itulah yang kadang tak masuk akal.

Jika meliaht waktu berpuasa di Indonesia ini tentunya tidak terlalu berat untuk menjalankan ibadah puasa, Coba Lihat Negera yang menjalani ibadah puasa hingga waktu yang panjang seperti negera Finlandia yang menjalani puasa selama 23 Jam. Di Indonesia saja menjalani puasa selama .. jam saja masih mengelauh dan menjadi beban, Apakabar jika mereka beraada di negera tersebut, Mungkin puasa Ramadhan akan lewat begitu saja tanpa ada arti apa-apa bagi mereka. Tak salah memang jika Firman Allah SWT dalam menyerukan untuk berpuasa ini hanya memanggil orang yang beriman saja bukan orang Islam, Karena orang Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT itu sudah pasti Islam dan orang Islam itu belum tentunya beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Apalagi memasuki minggu terakhir Ramadhan, tak bisa dielakan lagi jika mereka sudah banyak yang meninggalkan ibadah puasa dan arti penting hadirnya Ramadhan karena mereka sudah sibuk memikirkan hari raya idul Fitri pakai baju apa, Liburan kemana dan harus memakai perhiasan apa, Padahal Ramadhan tujuannya bukan itu, namun ramadhan tujuannya untuk ibadah bukan untuk foya-foya. Sementara Hari raya Idul fitri itu untuk mereka yang berpuasa, Bukan untuk mereka yang tidak puasa, Karena adanya Idul Fitri untuk merayakan kemenangan bagi mereka yang berjuang menahan makan dan dahaga, Menahan hawa nafsu baik itu batin maupun lahir dan menjalani berbagai ibadah dalam bulan Ramadhan in.

Untuk apa kau merayakan idul fitri sementara kau tak pernah berjuang dalam menjalani puasa, Rasanya hambar saja rasanya dan seharusnya kau malu untuk merayakan idul fitri nantinya. Semoga kita semua tidak seperti itu dan menjalani perintah puasa ini dengan penuh keimanan dan ketaqwaan hanya untuk Allah SWT, Amin. Semoga bermanfaat untuk anda semuanya, terima kasih.


TAGS   OPINI / RAMADHAN. /