CHERUMU.COM

Surat Terbuka Presiden RI : Rohingya Butuh Tindakan Bukan Kecaman

4 Sep 2017 - 11:38 WIB
OPINI /   Maschun Sofwan 0 Comments

Keadaan rakyat Rohingya belakangan ini menjadi pembicaraan setiap orang, bukan saja obrolan setiap hari melainkan juga di dunia maya dimana banyak dari para pengguba media sosial mengecam krisis kemanusuan yang terjadi di Myanmar tersebut. Hingga hari ini, dunia naya terus mengecam keadaan disana bahkan tak jarang mereka memposting langsubg gambar kehadian yang ada disana.

Namun sepertinya kecaman itu tak menyurutkan tindakan keji disana malahan makin menjadi-jadi. Melihat kondisi tersebut tentunya membutuhkan solusi bukan sekedar kecaman saja. Seperti pernyataan Bapak Presuden RI Joko Widodo yang angkat bicara mengenai krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya di Rakhine State, Myanmar tersebut.

Presisen Jokowi Widido menyampaikan perbyataan tersebut di Istana Merdeka, Jakarta, pada hari Minggu 03 September 2017 yaitu :

Pertama, saya dan seluruh rakyat Indonesia, kita menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar.

Kedua, perlu sebuah aksi nyata bukan hanya pernyataan kecaman-kecaman. Dan pemerintah berkomitmen  terus untuk membantu mengatasi krisis kemanusiaan, bersinergi dengan kekuatan masyarakat sipil di Indonesia dan juga masyarakat internasional.

Ketiga, saya telah menugaskan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak termasuk Sekretaris Jenderal PBB Bapak Antonio Guterres dan Komisi Penasihat Khusus Untuk Rakhine State, Bapak Kofi Annan.

Keempat, pada Minggu sore Menlu Retno Marsudi telah berangkat ke Myanmar untuk meminta pemerintah negeri itu menghentikan dan mencegah kekerasan.

Menteri Retno juga akan mendesak pemerintah Myanmar agar memberikan perlindungan kepada semua warga Myanmar termasuk umat Muslim serta membuka akses bantuan kemanusiaan.

Kelima, untuk penanganan kemanusiaan aspek konflik tersebut, pemerintah telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan. Ini di bulan Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer.

Keenam, juga telah membangun sekolah di Rakhine State dan juga segera akan membangun rumah sakit yang akan dimulai bulan Oktober yang akan datang di Rakhine State.

Ketujuh, Indonesia juga telah menampung pengungsi dan memberikan bantuan yang terbaik.

Di akhir pernyataan resminya, Presiden Jokowi kembali menggarisbawahi bahwa tragedi kemanusiaan di Myanmar harus dihentikan dan harus tindakan pasti agar hal ini bisa dihentikan karena telah menelan banyak korban. Semoga saja pernyataan presiden RI ini dapat berjalan dengan baik agar keadaan disana kembali kondusif.


TAGS   Opini /