Cherumu.com

Maafkan Kami Jika Sering Merindukanmu Bung

5 Oct 2017 - 11:10 WIB
Opini / OPINI /   Maschun Sofwan 0 Comments

Rindukah kau Bung terhadap kami saat ini?, sementara kami sangat merindukanmu, merindukan orang yang membuat kami bisa tenang berada dalam negeri dengan jiwa kepedulianmu.

Apakabar kau disana Bung, Kami harap kau masih peduli dengan kami yang sangat ingin ada seseorang ukuran tangan seorang pemimpin sejati sepertimu.
Disetiap kami merasa tertekan berada dalam negeri ini, disaat gejolak ingin berontak tapi kami masih ingat denganmu Bung, jika berontak dalam negeri bukanlah hal yang baik.

Kami hanya bisa diam Bung, diam disaat terik kesulitan semakin terik terasa dalam tubuh. Kami bisa diam Bung, disaat harta negara ini dirampas oleh kawan kita sendiri. Kami hanya bisa diam Bung, disaat isu politik semakin menindas dan memanas.

Kami tidak akan melukai perjuanganmu Bung, yang telah bersusah payah memerdekaan negeri ini dari tangan penjajah. Namun saat ini kami kembali terjajah Bung, terjajah oleh para penguasa yang tak mengenal rakyatnya sendiri, Padahal engkau Bung, tak pernah lupa dengan kami dan kau anggap kami adalah bagian dari adanya negeri ini.

Tapi kini lihat saja Bung, kami begitu terluka dengan pemeras-pemeras kedudukan yang ingin menguasai negeri ini sendirian tanpa peduli jika disini ada kami yang bernaung sepi dalam kesusahan.

Bung, Semoga saja kau disana tenang dan tak emosi melihat kondisi negeri yang kau cintai ini, semoga kau tak terusik dengan pecundang-pecundang bangsa yang ingin berjuang untuk kami tapi itu omong kosong jua.

Biarkan saja kami begini Bung, mewakili perasaanmu yang terluka melihat kondisi negeri yang semakin ramah akan penguasa-penguasa liar tanpa jera.

Biarkan saja kami seperti ini, menunggu dan menunggu seorang seperti ada kembali atau tidak sama sekali tak apa, yang jelas kami akan tetap berharap jika suatu hari nanti sosok sepertimu bisa datang kepada kami, melepas belenggu kacau balau yang mengikat jantung hati negeri ini.

Kau tenang saja disana, nikmati saja jerih payah perjuanganmu disisi-NYA dengan indah karena hingga saat ini doa kami selalh menyertaimu dan terus menyentuh naluri kami dalam sujud.

Namun Doakan juga kami agar dapat menjalani kehidupan seperti apa yang kau harapkan terjadi kepada kami dimana kesejahteraan menjadi tanggungjawabmu dan keamanan dan kenyaman menjadi beban dalam hatimu.

Maafkan kami Bung, jika kami sering menganggu ketenanganmu disana, bukan begitu, namun hanya ingin menyampaikan keresahan hati kami yang tak sampai kepada mereka yang berdiri sana dan untuk itulah kami sering menganggumu untuk mengatakan hal apa yang kami rasa tentang seorang pemimpin sepertimu ada dalam negeri ini.

Sekali lagi kami mohon maaf jika sering menyebut namamu dikala keadilan tak lagi berdengung dalam negeri ini.


TAGS   Opini /