Cherumu.com

PNS : Pemikat Nurani Serakah

11 Oct 2017 - 09:57 WIB
OPINI /   Maschun Sofwan 0 Comments

PNS, Pekerjaan yang sangat didombakan dan diimpikan kebanyakan orang di negeri ini. Hal itu tak bisa ditutupi jika fakta mengatakan demikian, lihat saja pendaftaran CPNS yang digelar tahun ini oleh pemerintah, dimana para pelamar membludak memadati ruang daftar online sehingga sering tempat pendaftaran secara online yang disediakan oleh pemerintah mengalami down servernya alias tidak bisa diakses karena sangat banyak yang mengakses situs tersebut.
Tercatat 2 juta orang lebih telah mendaftar dari gelombang 1 dan 2 yang lulus registrasi online dan mungkin yang tidak lulus registrasi masih banyak. Dari catatan tersebut terlihat jelas jika peminat sebagai abdi negara ini sangat memikat hati khususnya anak-anak muda.

Jika melihat kondisinya, bukannya mudah untuk menjadi seorang PNS pastinya, dari pendaftaran, tes demi tes harus dilalui dan tak mampu dipungkiri banyak mereka yang menggunakan hal buruk mengikuti tes ini, ada yang bawa jimatlah dan ada yang inilah dan itulah demi lulus jadi PNS. Lalu timbul pertanyaan yang mengelitik hati, mau jadi pengabdi negara atau pengabdi setan pakai jimat segala.

Masih banyak lagi cara tak terpuji lainnya yang dilakukan orang untuk bisa jadi PNS ini, dari dukun ke dukun untuk bisa lulus menjadi PNS ini dan jalan lain sebagainya agar PNS bisa menjadi miliknya. Timbul lagi pertanyaan, cara jadi PNS nya saja sudah tidak benar, bagaimana cara dia menjalani amanat negara nantinya ketika sudah jadi PNS, sudah pasti nyeleweng kesana kemari dan alhasil sudah banyak terjadi di negeri ini ketika korupsi jadi pemikat nurani untuk serakah atas harta negara.

Tak ada yang melarang dan dilarang pastinya untuk jadi PNS, setiap warga negara berhak menjadi PNS bahkan jadi presiden sekalipun. Namun jika semua jadi PNS, sawah siapa yang garap, ladang siapa yang ngurusin dan ternak siapa yang ngasih makan karena semua sudah dijamin oleh negara hidupnya dan perlahan makin banyak orang yang tak mau lagi bekerja disawah dan diladang dan sekolah tujuannya hanya untuk jadi PNS.

Jika semua jadi PNS, uang negara habis dong untuk gaji mereka, belum lagi selip sana dan disini sehingga kesejahteraan rakyat makin sulit karena uang negara hanya untuk mereka yang jadi abdi negara katanya.

Siapa lagi yang akan bekerja disawah, diladang jika semua jadi PNS dan tak ada lagi usaha yang dibuka untuk lapangan pekerjaan jika pada jadi PNS semua. Uang negara akan ludes jika semua jadi PNS semua dan tak ada lagi yang mau bekerja dengan rajin karena PNS biasanya masuk jam 8 datang jam 10, isitirahat jam 11 sampai jam 1, masuk lagi jam 2 pulang jam 3 dan keadaan ini sering terjadi dengan alasan tak ada kerjaan dikantor lebih baik pulang lagian digaji juga kok oleh negara. Lalu untuk apa kau jadi PNS jika bukan untuk bekerja untuk negara, katanya mau jadi abdi negara, kok malas kerja.

Jadi PNS, sah-sah saja bahkan lebih baik namun PNS banyak yang harus kau pahami. Gajimu dari negara yang merupakan uang dari rakyat jika kau pakai untuk hal yang buruk maka kau berdosa. Menggunakan jabatan PNS untuk hal yang buruk juga berdosa dan kerja tidak sesuai dengan aturan juga berdosa dan banyak hal buruk lainnya jika PNS tidak dapat kau pahami dengan baik karena PNS itu pemikat nuranimu untuk serakah.

Namun semua pekerjaan tentu ada resikonya termasuk PNS, apapun pilihan hidupmu kau yang harus bertanggungjawab dan siap menerima balasannya kelak bukan orang lain. Semoga yang lulus PNS dapat bekerja dengan baik sebagaimana peraturan, tugas dan ketentuannya dan menjadi abdi negara yang jujur, berjiwa membangun dan jauh dari korupsi pastinya dan bagi yang belum tergapai jadi PNS jabgan berkecil hati, murung, menyalahkan nasib dan orang lain hingga stres lalu gantung diri, jangan kawan.

PNS bukan tujuan hidup kawan, PNS bukan jaminan untuk kau kaya raya. Ingat, masih banyak peluang lain yang bisa membuatmu jadi sukses jika kau membuka mata dan hati. Tetap semangat dalam melangkah jika hari ini tak berpihak terhadapmu. Berusaha selalu dan yakinlah jika usahamu tak akan pernah menghianati hasilnya.


TAGS   Opini / Pendidikan /