Cherumu.com

Generasi Gagal Paham

20 Oct 2017 - 08:01 WIB
OPINI / Pendidikan /   Maschun Sofwan 0 Comments

Kenapa sich suka banget bikin heboh, bikin ribut, bikin negeri ini berpecah belah, sindir itu ini. Kerja tak becuslah, pemimpin tak layaklah atau pemimpin gadunganlah. Semua tak ada yang bilang itu bagus, itu baik seakan dialah maha benar, dialah yang pantas dan dialah yang pintar dari sudut apapun.

Hei kau yang bersembunyi dibalik kegaduhan atas kesuksesan orang lain, dibalik kebisaan orang lain. Kenapa kau tak tampakan batang hidup saja jika kau mampu mengubah itu semua menjadi lebih baik. Kenapa kau takut menunjukan jati dirimu jika kau sanggup melakukan kebaikan melebihi dari orang lain.

Tak beranikan, kau hanya sibuk dengan duniamu sendiri, mengacau, memperburuk keadaan itulah yang menjadi kebanggaanmu. Bisa apa kau?, lihat saja kau begitu gemar adu penalti dan jotos, komen ini dan itu tanpa mengerti apa yang sedang kau baca dan kau lihat.

Suka banget sich menjadi senjata dibalik usaha orang lain untuk baik. Kau memperalatkan kesalahan orang lain untuk menjatuhkannya dan kau begitu rajin menebar kepanikan dinegeri ini lalu kau pancing mereka dengan ketidakpahamanmu tentang kinerja orang lain.

Kalau tak paham dan mengerti, ya diam saja. Jangan asal tuduh menuduh, lidahmu begitu ramah lingkungan, semua orang dibilang tak layak menjadi pemimpin dan menjadi penegak kebenaran, lalu kau bisa emang, hidup saja masih butuh tempat dan pemimpin saja kok menyalahkan pemimpin.

Berkicau tak karuan tanpa memikirkan apa yang disampaikan itu tidaklah menjadi persoalan. Kau taruh bom peledak dalam kicauanmu agar semua orang panik lalu ikut serta dalam perangkap palsumu untuk menuduh siapa lagi biangnya.

Kau ini tinggal dimana emang?, disetiap negeri tentu ada pemimpin dan mereka berhak menjalankan misi dan visi yang mereka anggap mampu mengubah sesuatu itu jadi lebih baik lagi.

Lah kau, beresin rumah berantakan saja masih belum bisa, apalagi untuk ngurusin negeri ini, bisa-bisa berantakan seperti hidupmu.

Tak usahlah jika kau masih cetek pemahaman, kau masih miskin ilmu atau memang berbuat demikian memang kau miskin pujian atau pengen terkenal. Banyak cara terbaik yang bisa kau lakukan bukan sekedar cuma bisa mencampakan komen pedas tanpa tau itu judulnya apa dan maksudnya apa.

Belum puas juga dengan ulahmu meracuni generasi bangsa ini agar ikut serta tak demokratis sepertimu, tak puas juga kau begitu sering tebar pesona merusak masa depan bangsa ini dengan sebuah gunjinganmu, atau masih banggakah engkau dengan pemahaman salahmu yang membuat negeri semakin rumit untuk sejahtera.

Jika kau terus seperti itu, kapan kita ini akan merasa merdeka secara penuh jika banyak orang yang kau hasut untuk tidak memahami kemerdekaan yang sesungguhnya. Pantas saja negeri ini makin terpuruk saja, bukan pemimpinnya tidak layak meminpin namun karena rakyatnya juga tidak layak jadi rakyat.

Itu wajar berkata seperti itu, lihat saja mereka berkata, pemimpin ini salah inilah, salah itulah, tak ada kesempatan untuk bekerja hanya mendengar celoteh jahatmu saja terhadap mereka.

Jika sudah begitu bagaimana mereka bekerja dengan baik, rakyatnya saja gagal paham tentang arti seorang pemimpin, jadi wajar jika siapun pemimpinnya tak sanggup membuat perubahan. Bukan tak bisa namun karena banyak yang celoteh memojokan, mematah semangat daripada yang mendukung.

Jika saja rakyatnya baik maka pemimpinnya juga akan baik dan begitupun sebaliknya. Jadi bukan salah pemimpinnya yang kadang tak bisa memimpin namun terkadang rakyatnya terlalu memaksa permintaan yang tak mampu dikerjakan dalam sehari oleh pemimpin yang kau tau bukan mereka bukan Tuhan.

Jadi, terbentuknya negeri yang maju dan merdeka bukan saja soal pemimpinnya yang pintar namun rakyatnya juga harus pintar sehingga apapun kebijakan dan peran pemimpin itu dapay dicerna dan dipahami dengan baik bukan gagal paham semata merasuki diri.


TAGS   Opini /