Cherumu.com

Janji, Ketika Ketentuan Tuhan Di Permainkan

6 Nov 2017 - 10:11 WIB
OPINI / Pendidikan /   Maschun Sofwan 0 Comments

“Janji, saya berjanji tidak akan ini dan itu. Atas nama Tuhan dan kita suci, saya akan mematuhi, bertanggungjawab dan menepati janji apa yang telah saya ucapkan. Percayalah saya ini orang baik-baik dan bebas korupsi dan Narkoba”
Dengan perkataan itu, banyak dari kita telah menyalahkan arti dari kata janji. Banyak dari kita yang telah menyepelekan kata janji, padahal janji itu milik Tuhan dan jika kau kaji dan telaah dengan baik dan mendalam jika janji mengandung arti kuasa, pasti, tidak berbohong, jujur, adil, bijaksana dan ketentuan yang ditetapkan akan terjadi dan terlaksana.

Banyak terjadi kesalahan dan kekeliruan yang terjadi tentang kata ucap janji. Berjanji hari ini, esok menghilang. Janji hari itu, lusa tiada lagi, dan janji akan begini dan begitu, sementara ucap hanya permainan lidah.

Padahal mereka telah berjanji bahkan bersumpah dengan selenuh jiwa, jika saya jadi ini maka akan melakukan itu, buktinya setelah itu diberi sama Tuhan, janji hanya omong kosong.

Jika saya jadi ini, aku berjanji tidak akan mempergunakan jabatan dan apapun dari negara untuk kepentingan golongan dan pribadi, buktinya diluar sana berpesta diatas ingkar.

Saya tidak akan memakai dan memakan barang haram karena barang itu harus disingkirkan dari negeri ini, tapi dibelakang sana kau mabuk-mabukan, kau komandoi untuk merusak negerimu sendiri dengan mengebar atas nama preman padahal itu juga adalah bisnis cerdikmu.

Bahkan kau berucap seakan tidak memikirkan adanya Tuhanmu, padahal janji itu peran Tuhan yang kau pikul, jika lalai, binasalah yang akan memakan tubuhmu dan keburukan akan terlihat didunia dan di akhirat hanya Tuhan yang mengetahuinya janji apa yang akan Tuhan akan tepati untuk orang yang telah menyepelekan perannya diatas dunia ini.

Janji tinggal janji, itulah perkataan yang sering memanas dalam negeri ini. Mereka menuntut janji yang dulu pernah tersebar dengan indah bagaikan senyum bidadari penuh pesona. Lalu ketika semua terpikat dan terpilih, buyar menjadi jawaban maut dibalik janji palsu yang pernah dibuat.

Hingga janji tak lagi ditakuti, Merembet je Tuhan pun kadang dianggap tiada. Janji pemanis dosa, Tuhan hanya omongan saja tanpa takut dan percaya jika Tuhan akan menagih janji itu disuatu nanti, mungkin juga hari ini kau dipanggil untuk bettanghungjawab dengan janji yang telah kau ucapkan.

Jangan takut, karena biasanya juga tidak tidak takut dengan tulisan seperti ini, bahkan ayat-ayat serta Firman Tuhan kau acuhkan begitu saja tentang janji kau ucapkan.

Tapi ingat, Semua akan kembali dan semua akan ada pembalasannya, hari ini ataupun nanti tak akan ada yang tersisa bahkan tersembunyi apa yang telah kau lakukan diatas dunia, termasuk kau yang suka mendustai janji.


TAGS   Opini /